SELAMAT TAHUN BARU 2008------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Maknai tahun baru 2008 dengan kedewasaan dan kematangan untuk terus berkarya, membangun kehidupan yang lebih baik di masa depan

SEJARAH PENDIDIKAN DI PERANCIS

« Pendidikan Republikan » adalah sebuah model pendidikan buah Revolusi Perancis (1789), yang   dimatangkan   terutama   oleh   Troisième   République   (pasca   kegagalan   Kekaisaran Napoleon III).

Pada  awalnya,  pendidikan  hanya  diperuntukkan  bagi Aristokrat  dan  kaum  bourgeois  (para pedagang  kaya  yang  tinggalnya  di  dalam  bourg - di  dalam  tembok  kota).  Saat  mayoritas penduduk   adalah   petani   dan   pelayan,   pendidikan   hanya   dikonsentrasikan   kepada   kaum Aristokrat-Borjuis  guna  membentuk  kaum  honnête  homme  (artinya  pembentukan  “manusia utama”,  manusia  yang  beradab,  berkeutamaan,  ningrat,  dan  tentu  saja  dengan  sendirinya bersikap jujur sebagaimana menjad ideal ksatria Abad Pertengahan).

Mulai abad 16, kehadiran ordo-ordo religius dari agama Katholik, membuat pendidikan makin populer (merakyat).  Pendidikan  bukan  hanya  untuk  kaum  aristokrat,  tetapi  mulai  juga merekrut  anak-anak  petani. Bertepatan dengan  Renaissance  (penghargaan  kembali  atas kebudayaan Yunani dan Romawi)   pendidikan yang meluas ini akan melahirkan era Lumière (Aufklarung, Pencerahan) yang kental dengan ide-ide humanisme universal. Read more

strategic planing perdagangan madiun

Strategic planning:

METODOLOGI PERENCANAAN

5.1     Network Scan           

Di dalam mengembangkan sektor Perdagangan di Kota Madiun melibatkan beberapa sektor yang lain : 

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan pariwisata
Dinas Tenaga Kerja 
Perbankan
Dunia Usaha / Pihak Swasta
Pedagang Kecil dan Menengah 
Dinas Pendapatan Daerah
Bappeda

Sumber: Hasil Pemikiran 2008 Gambar 5.1 Network Scan Sektor Perdagangan 

96


Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata           

 Dinas Perindustrian,Perdagangan dan Pariwisata merupakan lembaga inisiator dalam mengembangkan sektor perdagangan di Kota Madiun. Salah satu tugas pokok dari dinas tersebut adalah menangani program-program di sektor perdagangan. Sektor perdagangan merupakan sektor yang mempunyai peranan penting dalam menggerakkan perekonomian di Kota Madiun. Hal ni sesuai dengan perkembangan Kota Madiun yang memang diarahkan sebagai Kota Industri dan Perdagangan. Hal tersebut dapat dilihat dari rencana pembagian fungsi wilayah kota yang terbagi dalam empat bagian, yaitu pusat, utara, selatan, dan barat, dimana pada hampir setiap bagian difungsikan untuk pengembangan perdagangan atau industri. Hanya satu kawasan saja, yaitu di bagian wilayah kota (BWK) barat yang kegiatannya diarahkan untuk sektor pertanian.             Maraknya pertumbuhan sektor perdagangan dapat diindikasikan dengan meningkatnya jumlah Tanda Daftar Perusahaan (TDP) maupun Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), khususnya untuk perusahaan kecil yang dikeluarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Madiun. Karena itu cukup tepat bila mengarahkan pembangunan Kota Madiun sebagai kota perdagangan. Dengan letaknya yang strategis yaitu di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kota Madiun berniat menjadi kota tujuan utama bagi konsumen di Jawa Tengah bagian timur serta Jawa Timur bagian barat.            Untuk lebih menggiatkan dua sektor andalan tersebut, maka perlu  dibangun infrastruktur yang menunjang kedua kegiatan sektor tersebut. Berbagai program pembangunan diprioritaskan pada pembangunan infra struktur yang dapat menimbulkan multiplier effect terhadap pendapatan masyarakat kota. Dimana peningkatan pertumbuan ekonomi dengan  kota yang berbasis pada kekuatan pelaku usaha kecil, menengah dan koperasi serta adanya kemitraan  dengan pengusaha besar yang berorientasi pada penyerapan kerja menjadi program pokoknya.             Untuk itu telah disediakan sebuah zona yang diperuntukkan khusus bagi pendirian industri besar yaitu di Kecamatan Kartoharjo yang dilengkapi dengan terminal bongkar muat sehingga akan memudahkan arus keluar masuknya barang. Rencana yang lain adalah, Pemerintah Kota Madiun juga akan memperluas terminal bongkar muat barang ini di luar pusat kota.  Ketersediaan terminal barang ini sangat penting mengingat jenis perdagangan yang ada di Kota Madiun adalah sebagai tempat memasarkan produk atau barang  yang berasal dari luar kota.            Pemenuhan sarana dan prasarana perdagangan diatas dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan berbasis pada kekuatan usaha kecil dan menengah serta adanya kemitraan dengan perusahaan besar yang berorientasi pada penyerapan tenaga kerja. Salah satu tugas pokok dan fungsi dari Dinas ini adalah menangani program-program di bidang perdagangan seperti usaha industri kecil dan menengah baik formal ataupun informal seperti pengolahan kayu, sambel pecel, dan lempeng.             Selain itu sektor perdagangan, hotel dan restoran juga merupakan salah satu sektor yang memberikan  kontribusi terbesar terhadap PDRB Kota Madiun di bawah sektor industri pengolahan yang menyumbang sebesar 24,74%. Sektor perdagangan, hotel dan restoran mampu menyumbang sebesar 19,51%, walaupun pengelolaannya belum secara optimal dan profesional. Seperti pengelolaan usaha  kecil dan menengah yang belum profesional baik dalam bidang manajemen, permodalan, pemasaran dan sumber daya manusia. Berikut adalah tabel PDRB  Kota Madiun tahun 2006: Read more

Menuju Kesetaraan Gender

Apakah perbedaan antara sex dan gender?

Sex = (jenis kelamin) laki-laki dan perempuan

Gender = maskulin dan feminin

Jadi pada intinya:

Sex mengacu pada perbedaan-perbedaan biologis seperti; kromosom, bentuk hormon, organ sex internal dan eksternal. Sedangkan Gender menjelaskan karateristik mengenai maskulinitas dan femininitas yang digambarkan oleh masyarakat atau budaya.

Dalam sosiologi terma ‘peran gender’ merujuk pada karakteristik dan perilaku yang diberikan oleh beragam budaya terhadap jenis kelamin. Apa yang disebut dengan ‘laki-laki sejati’ dalam tiap budaya mencakup jenis kelamin laki-laki serta beberapa gambaran dari budaya mengenai karakteristik maskulin dan perilaku, sama halnya dengan ‘perempuan sejati’ yang terdiri dari jenis kelamin perempuan dan karakteristik feminin. Kesimpulan:

‘laki-laki’ = jenis kelamin laki-laki + peran sosial maskulin

(‘lelaki sejati’, ‘maskulin’ atau ‘kelaki-lakian’)

‘perempuan’ = jenis kelamin perempuan + peran sosial feminin

(‘perempuan sejati’, ‘feminin’ atau ‘keperempuanan’)

Legitimasi atas kesetaraan gender sebagai nilai fundamental harus terefleksikan dalam pilihan pembangunan dan praktek kelembagaan.

Kesetaraan gender

Kesetaraan gender dikenal bukan hanya sebagai ‘masalah perempuan’ namun sebagai salah satu masalah sosial. Senada dengan hal tersebut, Nani Saptariani seorang aktivis perempuan dari LSM Rimbawan Muda Indonesia mengemukakan bahwa “ketika berbicara gender sebenarnya kita sedang membicarakan tentang sebuah konstruksi sosial artinya berhubungan dengan pola pikir yang ada saat ini ada di dalam masyarakat”. Konstruksi sosial yang terjadi saat ini adalah konstruksi partiarkhi. Sehingga secara konseptual kesetaraan gender mencoba untuk merubah konstruksi sosial yang bersifat patriarkhi tersebut menjadi lebih harmonis.

Salah satu tujuan besar dari kesetaraan gender adalah mempengaruhi arus utama kebijakan yang melahirkan banyak sumberdaya. Dimana salah satu usahanya adalah dengan memasukan Perempuan sebagai pengambil keputusan khususnya mengenai nilai sosial dan arah pembangunan. Nani yang aktif mendampingi perempuan di daerah Cimande-Bogor mengemukakan bahwa salah satu tugas yang ingin dia capai di level akar rumput adalah mencoba mengembangkan pola pikir perempuan dimana perempuan dapat berperan sampai pada level strategis yaitu tahap pengambilan keputusan baik itu diruang domestik (rumah tangga) sampai dengan ruang publik (masyarakat).

Pengalaman di Lapangan

Memang tidak mudah merubah pola pikir yang kadung menjadi anutan di masyarakat, terlebih terkadang kendala muncul dari pihak perempuan itu sendiri. Resistensi kadang terjadi pada pihak perempuan itu sendiri dan bila itu sudah terjadi, diperlukan sebuah pendekatan/ metode penyampaian program yang lebih dinamis dan luwes di lapangan. Hal ini menjadi penting, karena untuk memajukan kaum perempuan memang gampang-gampang susah.

Diperlukan sebuah pendekatan dalam bentuk program yang mudah dan cepat di pahami oleh perempuan khususnya perempuan di desa. Pak Ambar Sudjana, Kepala Desa Seda Kabupaten Kuningan memaparkan pengalamannya saat membina kelompok perempuan di desa“ Keinginan untuk memajukan peran perempuan disadari sangat besar di Seda, terlebih saat ini ketika saya menjabat sebagai kepala desa” Berbekal dari pengalamannya terdahulu saat menjadi pegawai di Departemen Tenaga Kerja di Cirebon dan banyak membina kelompok – kelompok kerja sehingga “ketika saya melihat potensi kegiatan usaha perempuan di Seda khususnya dalam kegiatan usaha makanan saya ingin agar hal tersebut menjadi lebih baik, terarah dan teroganisir “ salah satu metode pendekatan yang dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan pembuatan makanan seperti : emping, kripik pisang dan kripik gemblong yang menghadirkan instruktur dari Balai Latihan kerja. Tentu saja usaha ini dapat dilakukan atas kerjasama Pemerintah Desa dengan LSM pendamping.

Dan hasilnya, cukup membanggakan salah satu tindak lanjut dari pelatihan tersebut adalah sudah terbentuk 2 kelompok perempuan di desa yaitu kelompok Sehati dan kelompok Motekar adapun bidang geraknya saat ini adalah dalam kegiatan usaha makanan seperti : pembuatan kripik gemblong. Mereka mulai dengan modal sendiri, hasil iuran anggota kelompok yang kemudian dijadikan uang kas kelompok.

Pak Ambar kemudian mengemukakan beberapa alas an pentingnya pembentukan kelompok perempuan di Desa Seda, pertama agar mudah didalam pengorganisasiannya sehingga memudahkan di dalam pembinaan. kedua, diharapkan masing-masing kelompok memiliki peran untuk menularkan ilmunya kepada anggota kelompoknya serta tetangga yang berada di sekitar tempat tinggal anggota kelompok tersebut. Ketiga adapun keberadaan kelompok juga memudahkan di dalam kemungkinan mendapatkan bantuan permodalan dari pemerintah daerah , karena saat ini bantuan tidak ditujukan bagi perorangan melainkan kelompok.

Demikianlah, membina kelompok perempuan tidaklah gampang, terlebih dengan segala persoalan di desa, “salah-salah malah bisa membuat tensi darah naik”, celetuk pak Kuwu Seda. Namun dengan niat dan tekad yang keras ingin memajukan perempuan di Seda, Pak kuwu merasa optimis kendala-kendala tersebut dapat di atasi, apalagi bila kelompok perempuan ini dibantu juga oleh para pihak seperti pemerintah dan LSM.

 

source: latin.or.id

rencana 2008 minimal 50 % kab/kota mempunyai perpustakaan digital

Source: Gatot Hari Priyowirjanto
http://jeni2.jardiknas.org/roller/gatothp2000/

dear all, pada fornas kita ingatkan tambqhan kegiatan baru membuat perpustakaan digital dgn memakai server di ict maupun dinknas kab. kotakabupaten, hal ini utk mendekatkan guru, siswa serta dan mahasiswa terhadap konten yg mereka butuhkan….sehingga berfungsi sebagai intranet di kab.anda….rencana kita dalam 6 bulan harapannya 50 % kab kota sdh mempunyai serta memanfaatkan server lokal sendiri dgn memanfaatkan serta membuat konten lokal yg ada… sinergi dgn perpustakaan nasional akan kita percepat… perlu kita siapkan bertahap sistem jaringan perpustakaan digital yg luas..utk menolong dan mempercepat material pembelajaran yg standard dan bermutu tinggi… kita sarankan utk memanfaatkan bandwith intranet maupun internet pada ict center maupun diknas pada sore hari utk memandaikan masarakat yg ingin belajar online dari rumah….dgn intranet kab./kota masalah bandwith akan terkurangi.. memang tidak mudah..klo tidak kita mulai ..kitq tidak akan pernah sampai tujuan …bisa mendistribusikan informasi yg bermanfaat secepatnya…. antara tgl 17 - 19 kita coba bikin workshop perpustakaan digital kabupaten…, silahkan kontak p sis dan khalid..utk pelaksanaannya di jakarta…dan mulai awal thn 2008..kita buat workshop disetiap ibu kota propinsi….yg di ikuti oleh diknas dan ict center , provider serta yg berminat utk persiapan training jarak atau pjj di bbrp bidang utk membuka lapangan kerja maupun peningkatan kompetensi siapapun sesuai dengan kebutuhan industri…. target jaringan perpustakaan sd dgn pertengahan tahun 2008 minimal 50 % bisa berfungsi dgn baik…bagaimana pendapat anda..?..siapkah mendorong dan berpartisipasi aktif berkumpul di ict center/dinas kab.kota setiap hari sabtu atau hari lain… dikab anda..membahas percepatan dig perpustakaan di lingkungan anda.. danmelakukan training bersama sesama guru, murid, kep sek serta pustakawan dan tu…dgn biaya mandiri…?.sebagai tindak lanjut pelatihan jardiknas…mari kita .lakukan bersama utk anak2 kita serta lingkungan kita…!!!!!

Strategi pemekaran wilayah di Malang Raya sebagai upaya peningkatan kesejahteraan rakyat

Source: http://totoksugiarto.wordpress.com

Judul tesis saya yang pertama: Strategi pemekaran wilayah di Malang Raya sebagai upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. Ternyata setelah melalui beberapa kali konsultasi, bahkan sudah diperesentasikan pada workshop di Surabaya (ITS Juli 2007), pada perkembangan berikutnya berubah lagi. Ini karena dikhawatirkan lingkupnya jadi terlalu meluas dan waktu penyelesaiannya akan lama. Kemudian judul berubah menjadi : Strategi Peningkatan Kuantitas Sekolah Menengah Kejuruan di Malang Raya. Judul ini ternyata juga masih mengandung resiko meluasnya ruang lingkup, dengan pertimbangan itu maka muncul judul lagi: Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Keunggulan Lokal di Kota Malang. Ketiga judul diatas muncul berdasar pemikiran yang sama : 1. Ingin mengangkat martabat masyarakat daerah (Malang Raya) melalui pendirian atau pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan agar siap menjadi calon tenaga kerja menengah yang dapat juga meningkatkan peranan daerah dari sisi ekonomi. Strateginya adalah dengan menawarkan opsi Pemekaran Wilayah. 2. Ingin mengajak masyarakat untuk mau dan minat memilih sekolah kejuruan yang lebih berpeluang segera  mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang cukup memadai dibanding lulusan SMA. 3. Ingin memeratakan sebaran Sekolah Menengah Kejuruan di tempat-tempat yang berpotensi spesifik sebagai ajang atau wahana belajar/praktik. Sehingga sebagai bagian dari wadah pelayanan publik SMK yang bersangkutan akan lebih berdaya dan berhasil guna. Mengapa hanya di Kota Malang? Ini hanya strategi saja agar lingkup spasialnya tidak meluas dan bila hasil studi pada tesis ini positif (dapat diterima oleh banyak pihak) maka model ini kiranya dapat diterapkan di Malang Raya atau bahkan di daerah daerah lain yang mempunyai karakteristik seperti Malang Raya. Potensi Kota Malang yang tanahnya subur, yang Punya Moto: Malang Ijo Royo-Royo atau Malang Kota Bunga inginnya betul-betul diwujutkan. Dengan adanya SMK Pertamanan di beberapa tempat, maka calon-calon tenaga kerja yang nanti akan berperanan sudah akan siap. Bisa jadi Kota Malang dimekarkan dengan ditambah beberapa kecamatan, sebagai upaya mendapatkan perwujutan Malang ijo royo-royo, Malang kota bunga yang teduh segar dan alami. Ingat bahwa Kota Malang sekarang wilayahnya sudah mulai terancam sesak dan padat karena tuntutan pengembangan pemukiman, peridustrian, dan diperparah lagi dengan padatnya lalulintas yang juga menjadi sumber polusi maupun meningkatnya suhu/temperatur udara. Tujuan ini diharapkan akan tercapai bila ada gagasan yang dapat memadukan atau mensinergikan sumber-sumberdaya baik manusia maupun alam. Friends, ini gagasan, kalau ada tanggapan (yang membangun) saya sangat senang sekali. OK, CU… Totok Sugiarto.

PROGRAM S2/S3 SUBSIDI KELUAR NEGRI

Info lengkap mengenai program dapat dilihat di:
http://beasiswaunggulan.depdiknas.org/SUBSIDI.php

Wajar 12 Tahun dan Pelayanan Kesehatan di Thailand

Source: Gatot Hari Priyowirjanto
 http://jeni2.jardiknas.org/roller/gatothp2000/

dear all, info yg menarik dari diskusi di sidang seameo di bangkok, pemerintah thailand sdh jalan wajar 12 tahun nya, akhir tahun ada pemilu, sedang di pikirkan wajar 15 thn. sementara indonesia sedang berjuang wajar 9 tahun..tetapi beberapa kota sudah menuju wajar 15 tahun..dan bbrp kabupaten sedang berjuang utk mencapai wajar 9 thn tahn 2008, mungkin bbrp kabupaten akan mencapai pada 2009..penduduk thai lebih dari 70 jutaan, indonesia lbh dr 240 jt an.. bagaimana caranya mempercepat pencapaian wajar 9 maupun 12 thn harus kita upayakan bersama.., sistem pelayanan sekolah berdasarkan tempat tinggal juga di terapkan di thai, sehingga tidak ada sekolah favorit, yg ada didorong semua sekolah di kecamatan kwalitasnya sama… yg menarik tentang pelayanan kesehatan, semua orang thai bebas berobat di rumahsakit pemerintah bila punya kartu asuransi…dan semua orang thai punya asuransi..dulu 30 bath /bulan?..biaya asuransi nya..sekarang di tanggung pemerintah…, setiap rumahsakit pemerintah di beri jatah utk melayani sejumlah masarakat tertentu, sehingga setiap oran akan terlayani dgn baik,..jadi tidak takut ndak bisa bayar masuk rumah sakit bila sakit… suatu benchmark yg baik utk di terapkan di indonesia….

Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui ICT di Kota Surabaya

Source:http://endahgf.blogspot.com/

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pesatnya kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah mengubah pola dan cara kegiatan bisnis, industri, perdagangan, dan pemerintahan. Perkembangan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan informasi telah menjadi paradigma global yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi akan menentukan masa depan kesejahteraan bangsa.

Salah satu sektor yang menggunakan sistem dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan multimedia adalah sektor pendidikan yaitu dengan Pembelajaran Jarak Jauh (distance learning) dan atau e-learning baik secara on-line maupun off-line. Program PJJ ini adalah untuk mewujudkan e-learning yang mampu memberi fasilitas kebutuhan pengetahuan dan keterampilan masyarakat lebih berkualitas tanpa batasan dimensi ruang dan waktu.

Saat ini kita sedang memasuki masa perubahan paradigma dari metode dan sistem manajemen serta mindset dari konvensional menuju sistem modern, yang semuanya berbasis IT. Adapun geseran paradigma ini nantinya akan dapat meningkatkan mutu pendidikan, dengan gambaran sebagai berikut :
- Pola interaksi yang tidak lagi mengenal jarak, ruang dan waktu
- Perubahan dari pendidikan terpusat menjadi tersebar
- Fleksibilitas dalam jarak, ruang dan waktu
- Bahan ajar yang disajikan dalam multimedia dengan suara dan gambar yang dinamis, tidak membosankan, serta padat informasi
- “Self-pace learning” artinya kecepatan belajar ditentukan oleh diri sendiri bukan oleh kemampuan yang diseragamkan dalam kelas
- “Self-motivated learning” artinya memacu kemampuan belajar mandiri
- Perubahan dari “Teacher Centric” (guru sebagai pusat pembelajaran) menjadi “Learner Centric” (murid sebagai pusat pembelajaran)
- Perubahan dari “Entry Barrier” (seleksi ketat) menjadi “Output Quality Standard” (lulusan berkualitas stardard) artinya bukan masuknya yang dipersulit tapi lulusannya yang harus memenuhi standard kualitas, sedang lamanya belajar tergantung motivasi, kecerdasan, dan usaha masing-masing peserta didik
- Interaksi antara pengajar dan peserta didik dilakukan tidak hanya dengan tatap muka, tetapi juga melalui fasilitas interaksi elektronik sehingga meningkatkan kemampuan baca tulis. Read more

What is a Strategic Plan?

planningframework.jpg

If you don’t know where your business is going, any road will get you there.

Beberapa penentu kebijakan dan para manajer bisnis sering terlena dengan beberapa isu yang instan yang menyebabkan mereka kehilangan akan pandangan hasil akhir atau tujuan yang hendak dicapai dari perencanaan yang telah dibuat. Itu sebabnya suatu tinjauan ulang (review) atau persiapan suatu perencanaan strategis sangat diperlukan. Hal tersebut bukanlah suatu resep untuk kesuksesan sebuah perencanaan, namun tanpa hal tersebut perencanaan atau tepatnya suatu bisnis atau proyek jauh lebih mungkin untuk gagal. Secara sederhana suatu perencanaan seharusnya:

  • Merupakan kerangka untuk suatu pengambilan keputusan
  • Menyediakan basis untuk perencanaan yang lebih terperinci
  • Menjelaskan suatu kegiatan kepada orang lain dengan tujuan untuk menginformasikan, memotivasi dan mengajak untuk terlibat dengan kegiatan tersebut
  • Membantu bencmarking dan memonitor pencapaian
  • Menciptakan perubahan dan menjadi acuan untuk perencanaan selanjutnya.

Perencanaan strategis berbeda dengan perencanaan operasional. Perencanaan strategis harus bersifat visionary, directional dan konseptual. Berlawanan dengan suatu perencanaan operasional yang lebih ringkas, taktis dan fokus.

Sebagai contoh, bandingkan proses merencanakan suatu liburan (dimana, kapan, berapa lama, biaya, siapa yang berlibur, bagaimana perjalanannya, itu semua adalah isu strategis) dengan persiapan akhir (tugas, batas waktu, pembiayaan, cuaca, pengepakan, pengangkutan dan seterusnya yang kesemuanya adalah kegiatan operasional).

Suatu perencanaan strategis yang baik harus realistis dan attainable sehingga memungkinkan penentu kebijakan atau manajer untuk berpikir secara strategis dan bertindak secara operasional

Photos

Definisi Perencanaan Pendidikan

planner1.jpg 

Para ahli memiliki beragam pendapat mengenai perencanaan pendidikan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Definisi yang dikemukakan oleh Guruge (1972) bahwa: “A simple definition of educational planning  is the process of preparing decisions for action in the future  in the field of educational development is the function of educational planning.” Guruge mendefinisikan perencanaan pendidikan sebagai suatu proses mempersiapkan kegiatan untuk dilaksanankan di masa  depan dalam lingkup pembangunan pendidikan yang merupakan fungsi dari perencanaan pendidikan.
  2. Sementara itu Albert Waterston (dalam Don Adams, 1975) bahwa: “Functional planning involves the application  of a rational system of choices among feasible cources of educational investment and other  development action based on a consideration of economic  and social cost and benefits.”

Dari kedua definisi di atas, kita dapatkan bahwa perencanaan pendidikan merupakan proses pembangunan dan pengembangan pendidikan. Dalam menyusun perencanaan digunakan beberapa analisis  yang bersifat rasional dan sistematik dari beberapa pertimbangan biaya dan keuntungan dari sisi ekonomi dan sosial.Sementara itu Y. Dror (Don Adams, 1975) mendefinisikan perencanaan pendidikan sebagai “As the process of preparing a sets of decisions for action in the future for the overall economic and social development of a country.”  Dijelaskan bahwa perencanaan pendidikan adalah sebagai suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk tindakan di masa depan untuk mencapai tujuan-tujuan  untuk pembangunan ekonomi dan social secara menyeluruh dari suatu negara.

Beasiswa Unggulan

scholarship.jpg

Beasiswa unggulan adalah program beasiswa lingkup nasional dan internasional dalam rangka menyiapkan insan indonesia yang cerdas dan kompetitif sesuai dengan visi pendidikan nasional. Untuk keterangan lebih jelas adnda dapat mengunjungi situs http://beasiswaunggulan.depdiknas.org

Welcome To The Educational Planner Community

welcome-posters.jpg

Welcome to PerencanaPendidikan.org, its a personal web site for educational planner community in Indonesia. With the spirit of developing national education, we can share information and science. It is dedicated to my beloved country, Indonesia.

  • Pengantar

    "If you fail to plan, you are planning to fail"
    Blog ini dibuat sebagai media tukar informasi mengenai perencanaan pendidikan di Indonesia. Dalam bidang pendidikan, perencanaan merupakan salah satu faktor kunci efektivitas keterlaksanaan kegiatan-kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan bagi setiap jenjang dan jenis pendidikan pada tingkat nasional, maupun lokal.

  • Links


Admin status :


Isi pesan singkat :


Free shoutbox @ ShoutMix